Macam-macam Tipe Infeksi Jamur, Gunakan Salep Anti Jamur

Infeksi jamur bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Penyebabnya pun ada banyak jika dilihat dari sisi jenis jamurnya. Karena alasan inilah, jika Anda pergi ke dokter, biasanya diagnosis infeksi jamur antara orang yang satu dengan yang lainnya bisa berbeda. 

Namun, rata-rata infeksi jamur bisa disembuhkan dengan penggunaan salep anti jamur atau spray anti jamur dalam beberapa minggu. Dalam kondisi infeksi jamur yang cukup parah, mungkin dokter akan meresepkan obat oral untuk Anda konsumsi. 

Menjadi penting untuk mengetahui berbagai tipe infeksi jamur agar penanganannya pun lebih tepat dan Anda tidak bingung lagi dengan perawatan yang diberikan dokter. Berikut ini beberapa tips infeksi jamur yang banyak ditemui. 

Kurap 

Kurap sering disebut sebagai ringworm. Soalnya, infeksi jamur yang satu ini kerap membentuk luka merah yang melingkar seperti cacing. Dalam bahasa medis, kurap juga dikenal dengan istilah tinea corporis. Anda bisa terinfeksi kurap karena adanya kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi. Bahkan jika Anda menggunakan pakaian orang yang terinfeksi, infeksi jamur jenis kurap juga bisa menular. 

Gejala kurap biasanya berupa luka merah yang melingkar. Pada saat bersamaan, kulit Anda pun akan menjadi bersisik di bagian yang terinfeksi. Luka merah dan sisik biasanya muncul di satu titik yang sama hingga membuat kulit menebal. Penanganan kurap pun sebagian besar dilakukan dengan pemberian salep anti jamur. 

Tinea Cruris 

Nama lainnya adalah jock itch. Ini merupakan infeksi jamur yang dapat mempengaruhi kulit di daerah selangkangan, paha bagian dalam, sampai bokong Anda. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi jamur jenis dermatofit yang tumbuh subur di daerah yang hangat dan lembab.

Gejala utama dari tinea cruris tidak lain adalah rasa gatal di area yang terinfeksi. Selain gatal, kulit Anda sangat mungkin menjadi kemerahan dan berubah warna menjadi gelap. Pada kondisi yang cukup parah, Anda akan merasakan sensasi terbakar di area kulit yang terinfeksi. Dokter umumnya jarang meresepkan salep anti jamur untuk penderita tinea cruris. Penggunaan spray anti jamur biasanya lebih disarankan karena bagian yang terinfeksi pada kasus tinea cruris biasanya sulit untuk dijangkau. 

Tinea Pedis 

Tinea pedis merupakan tipe infeksi jamur yang dapat mempengaruhi kulit di kaki, tangan, sampai kuku Anda. Sama seperti jock itch, Infeksi ini disebabkan oleh dermatofita yang senang tumbuh di area hangat dan lembap. Jari-jari kaki maupun tangan tentu menjadi area yang dicari kelompok jamur ini. 

Penyakit ini biasanya sering menimpa orang-orang yang gemar berolahraga, seperti atlet. Ini karena ketika berolahraga, bagian sela jari kaki dan tangan menjadi lebih lembap. Orang-orang yang mengalami tinea pedis biasanya akan merasa gatal, perih, sampai sensasi terbakar di antara sela jari kaki maupun tangan. Jika tidak segera ditangani dengan penggunaan salep anti jamur, infeksi jamur bisa semakin mengganas dan membuat kulit Anda retak, terkelupas, maupun melepuh. 

Tinea Capitis 

Infeksi jamur juga bisa terjadi di area kulit kepala sampai batang rambut. Dalam dunia medis, ini dikenal dengan istilah tinea capitis. Infeksi ini tidak hanya membuat kulit kepala Anda gatal dan bersisik. Tinea capitis bisa membuat area kulit meradang sampai memicu kerontokan parah hingga berujung pada pitak maupun kebotakan. 

Gejala untuk mendeteksi seseorang mengalami tinea capitis atau tidak adalah melihat ada tidaknya area bersisik di kulit kepala. Biasanya, area yang terkena infeksi jamur tersebut juga mengalami kerak dan nanah. Anda mungkin sulit memberikan salep anti jamur ke bagian kulit kepala. Sebagai gantinya, tingkatkan rutinitas keramas Anda karena sampo pada hakikatnya adalah produk anti jamur yang cukup ampuh. 

Jamur Kuku 

Kuku juga bisa mengalami infeksi jamur. Kondisi yang sering disebut sebagai tinea unguium ini biasanya disebabkan oleh jamur jenis onikomikosis. Adanya infeksi jamur di kuku bisa membuat kuku mengalami perubahan warna yang tidak merata, kuku menjadi tebal, sampai pada kuku mengalami pengelupasan. Yang jelas, kukumu menjadi tidak cantik lagi. 

Tidak banyak orang mudah mengenal gejala jamur kuku di tahap awal. Ini karena gejala dari tinea unguium biasanya hanya berupa bintik kecil berwarna terang di kuku. Namun dari situ, bintik tersebut bisa semakin besar dan menyebabkan kuku berubah warna dan menjadi rapuh.  

Kandidiasis Kulit 

Rata-rata infeksi jamur bersifat menular. Namun, tidak begitu jika Anda mengalami kandidiasis kulit. Infeksi ini biasanya terjadi pada area-area yang lembap, seperti ketiak maupun selangkangan. Sering mengeluhkan kondisi ruam popok pada bayi? Itu pun termasuk kandidiasis kulit. 

 Biasanya, infeksi jamur yang satu ini menimpa orang-orang obesitas ataupun penderita diabetes. Pengguna antibiotik pun berisiko lebih tinggi terkena infeksi jamur ini. Gejala dari kandidiasis kulit, antara lain ruam, benjolan seperti jerawat, gatal, sampai bercak yang mengeluarkan cairan bening. 

*** 

Segera konsultasikan kondisi infeksi jamur yang Anda alami ke dokter secepatnya. Sebelum itu, menggunakan salep anti jamur yang dijual bebas pun tidak masalah untuk meringankan gejala terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *